Waspada, Avian Influenza Mengancam!

flu burungBandung (karantinaonline) – serangan virus H5N2 di RRT/China dan H7N9 di China Taipei/Taiwan yang memakan korban manusia mengakibatkan seluruh negara bersikap siaga terhadap kejadian tersebut.

Virus AI yang ditemukan termasuk jenis baru yaitu H5N2 di China tergolong HPAI (high patogenic avian influenza) dan H7N9 di Taiwan yang tergolong LPAI (low patogenic avian influenza). Pemerintah melalui kementerian kesehatan dan pertanian mengambil langkah cepat guna pencegahan masuknya virus tersebut ke wilayan Indonesia. Badan Karantina Pertanian sebagai otorita kemanan terkait pencegahan masuk dan tersebarnya hama penyakit baik hewan maupun tumbuhan (HPHK & OPTK) mengambil langkah strategis untuk peningkatan pengawasan diseluruh pintu pemasukan.

Badan Karantina Pertanian melalui surat edaran nomor 4121/KH.240/L.1/04/2013 diberlakukan pelarangan terhadap pemasukan media pembawa AI berupa hewan (ayam, itik/bebek, belibis, merpati, puyuh, kalkun, angsa, burung unta, burung kesayangan maupun liar, Day Old Chick (DOC), Day Old Duck (DOD) dan Day Old Quail (DOQ)), bahan asal hewan (daging unggas termasuk kulit dan ceker, telur unggas dan bulu), hasil bahan asal hewan (tepung bulu, tepung kulit telur, tepung tulang, tepung darah dan tepung daging) dan benda lain (vaksin AI) yang berasal dari China dan Taiwan, pelarangan tersebut berlaku sejak tanggal 3 April 2013 untuk media pembawa HPAI dari China dan tanggal 4 April 2013 bagi media pembawa LPAI H7N9 dari Taiwan.

Dari sumber lain dikutip Sindonews.com Keiji Fukuda, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk keamanan kesehatan dan lingkungan dalam konferensi pers di Shanghai, Senin (22/4) menerangkan bahwa "Saat ini, kami tidak melihat bukti berkelanjutan dari manusia ke manusia”, namun tingginya angka kematian akibat kejadian flu burung mencapai 70% - 90% oleh karena itu pencegahan tetap diutamakan. Drh. Ahmad Bihariddin menjelaskan bahwa wilayah Indonesia termasuk daerah strategis yang sering dilewati oleh migrasi unggas, terutama daerah Jawa Barat, oleh karena itu penerapan biosecurity dan higiena personal merupakan langkah utama. Seperti mencuci tangan, memisahkan unggas dengan manusia, melakukan proses pemasakan dengan sempurna, melakukan pemeriksaan rutin ke dokter dan menerapkan biosecurity peternakan. Laporkan setiap kejadian kematian unggas yang dicurigai, lakukan tindakan karantina pada setiap media pembawa yang akan dilalulintaskan baik masuk maupun keluar negeri. Bersama Anda Melindungi Negeri!

Add comment


Security code
Refresh